Logika Diskusi = (Logika, Filsafat, Sains, dan Teknologi
Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh...
Halo teman-teman semua, dalam kesempatan kali ini saya akan menulis catatan tentang hasil diskusi atau logika diskusi mengenai "Logika, Filsafat, Sains, dan Teknologi.
Untuk lebih jelasnya simak baik-baik yah...
Dalam artikel yang ditulis oleh bapak Ahmad Fadhil menjelaskan bahwasanya, ada tiga hal yang harus diketahui tentang manusia dan teknologi. Yang pertama, manusia adalah binatang yang logis. Kedua, semua manusia adalah filsuf. Dan yang ketiga, pentingnya semangat menambah pengetahuan. Kemudian akhirnya mereka mampu menciptakan teknologi yang super canggih sampai saat ini.
Baiklah kita bahas yang pertama terlebih dahulu.
1. Manusia adalah Binatang Yang Logis
Dalam istilah manthiq, sebutan bagi ilmu logika di kalangan pesantren disebutkan al-insan jiwa hayawan nathiq. Maksudnya, manusia kerap didefinisikan sebagai binatang yang logis atau binatang yang berpikir.
Dari definisi tersebut ada dua hal yang menarik. Pertama, kata nathaqa yanthiqu yang menjadi akar untuk membentuk manthiq itu juga berarti berbicara. Ini menunjukkan hubungan yang erat antara berpikir dengan berbicara. Hubungannya adalah. Pembicaraan adalah pemikiran yang terlihat, sedangkan pikiran adalah pembicaraan yang tersembunyi. Jika kita ingin pembicaraan kita tersembunyi dari orang lain, maka jadikanlah ia pikiran. Sedangkan jika kita ingin pikiran kita terlihat oleh orang lain, maka jadikanlah ia pembicaraan.
Kedua, definisi "manusia adalah binatang yang berpikir" sebagian mahasiswa keberatan karena kerap kali sebutan binatang adalah berupa makian dan lebih rendah dari manusia. Akan tetapi definisi tersebut dapat diterima jika kita memahaminya secara utuh.
2. Semua Manusia adalah Filsuf
Kita pasti pernah bertanya tentang: Apakah alam semesta yang kita tempati ini hanya sekedar benda padat dan mati atau dia berisi unsur lain yang bersifat non materi? Apakah akal kita yang sedang berpikir ini sekedar materi atau sel-sel di otak atau sekumpulan atom yang sedang melakukan salah satu fungsi tubuh? Kita adalah manusia yang hidup, apa artinya hidup? Dan lain sebagainya.
Contoh pertanyaan yang melintas di fikiran kita itu merepresentasikan problem filosofis. Berfilsafat adalah melontarkan pertanyaan seperti itu, memikirkannya, mencermatinya, dan mengkaji secara sistematis dalam usaha memperoleh jawaban tentangnya.
Aliran Idealisme, Materialisme, Spiritualisme, Empirisme, dan sebagainya adalah kumpulan hasil usaha manusia menjawabnya. Manusia biasa juga menjawab pertanyaan tersebut. Tentu saja dengan cara yang biasa dan sederhana. Karena itu tidak salah jika dikatakan bahwa semua orang mau tidak mau memiliki filsafat tersendiri. Maksudnya, setiap orang memiliki cara masing-masing dalam hidupnya, persepsi tentang alam dan manusia, nilai, dan perspektif masing-masing sebagai dasar untuk membuat keputusan.
3. Pentingnya Semangat Menambah Pengetahuan
Belajar merupakan proses yang tak henti-hentinya dilakukan oleh manusia dalam menambah pengalaman dan ilmu pengetahuannya tentang sesuatu yang baru dilihatnya. Apalagi dengan kemajuan teknologi saat ini yang memudahkan setiap orang menggali informasi dalam bentuk ilmu pengetahuan baik itu melalui pendidikan formal maupun non formal.
Disinilah dibutuhkan yang namanya semangat belajar karena tanpa adanya semangat yang tumbuh dari dalam diri maka sebesar apapun motivasi yang ia dapatkan dari luar tak akan berpengaruh bagi dirinya untuk mau belajar.
Demikian pembahasan materi kali ini, semoga bermanfaat dan mohon maaf apabila masih banyak kekurangan.
Terima kasih, Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh.