FILSAFAT AVERROES (Bahmanyar, Logika dan Filsafat)
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamualaikum wr.wb, Kali ini saya akan menulis hasil diskusi di Ngopilsafat, materi yang dibahas yaitu tentang Bahmanyar, logika dan filsafat dengan pemateri kang Muhaimin yang di moderatori oleh kang Robi Sugara. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 1 Desember 2020 sekitar pukul 20:00 menggunakan media Zoom dan live Instagram.
Bahmanyar merupakan salah satu dari murid Ibnu Sina, Bahmanyar lahir di Azerbaijan nama ayahnya Marzuban.
Bahmanyar ini merupakan sosok yang sangat cerdas sedari kecil dan ternyata ayahnya juga orang yang cukup cerdas. Ibnu Sina juga tokoh yang sangat cerdas pula, semua alat indera nya sangat bagus.
Awal pertemuan Ibnu Sina dan Bahmanyar yaitu di sebuah kedai roti yang di mana saat itu Bahmanyar sedang memindahkan api menggunakan pasir sedangkan Ibnu Sina menyaksikan kejadian itu. Kemudian Ibnu Sina berfikir dan takjub melihat Bahmanyar melakukan hal ini, karena Ibnu Sina juga memahami bahwasanya pasir itu bisa menahan panas ini merupakan ilmu pengetahuan kimia dan sains lainnya dan Ibnu Sina berfikir anak ini berarti sangat cerdas dan pasti suka membaca buku tetapi sayang jika ilmunya tidak dikembangkan karena bisa memahami hal ini dengan mengaplikasikan pengetahuan nya di kehidupan nyata, maka dari itu Ibnu Sina mengangkat Bahmanyar menjadi muridnya.
Aristoteles pernah berkata "Barang siapa yang kehilangan satu indera saja, maka dia akan kehilangan satu pengetahuan". Dari perkataan Aristoteles ini seharusnya kita lebih banyak bersyukur atas nikmat yang Allah berikan kepada kita mempunyai indera yang sempurna berarti kita juga bisa mempunyai pengetahuan yang luas lagi jika dibandingkan dengan orang yang mohon maaf contohnya buta ataupun yang lainnya, berarti orang yang buta ini dia kehilangan satu pengetahuan yaitu pengetahuan tentang warna.
Dalam kitabuttafshil (ringkasan) menjelaskan tentang logika, metafisika, dan jiwa.
Jiwa manusia menurut Ibnu Sina ada tiga bagian yaitu Nabati, Hewani, dan Rasional. Maksudnya yaitu manusia mempunyai jiwa tumbuhan atau nabati tetapi tidak mempunyai jiwa hewani, tapi Hewani mempunyai jiwa Nabati, sedangkan rasional mempunyai jiwa Nabati dan hewani.
Jiwa manusia menurut Bahmanyar yaitu Jiwa-jiwa planet, jiwa Nabatiyah, Jiwa Haiwaniyah, dan jiwa Insaniyah. Salah satu tujuan berfilsafat menurut Bahmanyar yaitu untuk ma'rifatul maujudah atau mengetahui realitas.
Sedangkan substansi manusia menurut Bahmanyar ada 5 yaitu sebagai berikut akal, jiwa, materi dasar (Hayula), bisa, dan bentuk jisim.
Demikian, sekiranya ilmu yang saya dapatkan setelah mengikuti kegiatan tersebut. Saya sendiri sadar masih banyak sekali kekurangan dalam menulis materi ini karena kendala jaringan yang tidak bisa dihindarkan pada saat itu dan juga mohon maaf apabila ada kesalahan penyebutan nama ataupun yang lainnya karena memang saya sendiri kurang begitu jelas ketika memperhatikan pemateri.
Terimakasih sudah membaca, Wassalamu'alaikum wr.wb