Catatan Kuliah Logika Pertemuan ke 3
Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh
Kembali lagi, hari ini saya akan menulis catatan Kuliah Pertemuan ke 3, temanya adalah "Sejarah Ilmu Logika dan Hubungannya dengan Ilmu Lain".
Dalam sejarah, perkembangan ilmu logika terbagi menjadi tiga bagian yaitu logika klasik, logika induktif, dan logika simbolis/matematis.
Pertama kita bahas tentang logika klasik.
Logika klasik adalah teori yang disusun oleh filsuf Yunani Aristoteles (384-322 SM) serta komentar-komentar dan takwilan-takwilan oleh para filsuf pada abad-abad berikutnya, atau beberapa perubahan yang tidak mengeluarkannya dari intisari yang diserukan oleh Aristoteles. Kemudian muncullah benih logika pada kaum Sofis setelah itu Sokrates dan Plato yang mengembangkan pokok-pokok pemikiran Aristoteles. Aristoteles memiliki banyak karya logika yang kemudian dikompilasi oleh murid-murid dan para komentatornya, dan disebut Organon yakni instrumen atau alat.
Sistematika logika klasik terbagi menjadi tiga, yaitu : Term (kata), Proposisi (kalimat berita yang mengandung nilai benar atau salah), Inferensi (menghasilkan sebuah proposisi lain atau lebih). Jika kita melakukan inferensi atas sebuah proposisi dari sebuah proposisi lain, maka inferensi ini adalah inferensi langsung. Sedangkan jika inferensi itu dibuat atas sebuah proposisi “konklusi” dari dua proposisi “premis”, maka inferensi ini adalah inferensi tidak langsung. Ini disebut inferensi Silogisme. Contoh klasiknya adalah :
Semua manusia mati.
Sokrates adalah manusia.
Jadi, Sokrates mati.
Yang ke dua yaitu logika induktif. Logika induktif adalah analisa terhadap pemikiran ilmiah yang mulai mendominasi pada awal masa modern pada abad ke-16. Prosedur logika induksi yang diajukan oleh Bacon dan Mill yaitu : Observasi, Membuat asumsi, Eksperimen, Formulasi hukum ilmiah.
Yang ke tiga yaitu logika simbolis atau matematis. Ciri penggunaan bahasa simbol yang serupa dengan bahasa simbol yang digunakan dalam ilmu hisab aljabar, di mana perhatian terfokus pada format logis saja, selain keringkasan dan kecermatan yang diberikan bahasa ini yang tidak diberikan oleh bahasa lain.
Selanjutnya kita bahas tentang hubungannya ilmu logika dengan ilmu lain:
Hubungan antara Logika dengan Psikologi.
Psikologi mempelajari perkembangan pikiran tentang pengalaman melalui proses subjektif di dalam jiwa. Dengan kata lain, psikologi memberikan keterangan mengenai sejarah perkembangan berpikir. Sementara itu, logika merupakan cabang filsafat yang bertujuan membimbing akal untuk berpikir bagaimana seharusnya. Untuk itu, manusia harus mengetahui bagaimana ia itu berpikir.
Hubungan antara Logika dengan Bahasa.
Bahasa adalah alat untuk mengkomunikasikan isi pikiran. Seseorang untuk dapat mengetahui isi pikiran orang lain, ia harus mengetahui (membaca kalau isi pikiran itu dituangkan dengan tulisan atau mendengar kalau isi pikiran itu dituangkan ke dalam kata-kata) tulisannya atau kata-katanya. Komunikasi antara pemilik pikiran (khathib) dan yang diajak berkomunikasi (mukhathab) akan dapat berlangsung komunikatif manakala isi pikiran tersebut disusun dengan menggunakan kaidah-kaidah kebahasaan yang baik dan benar.
Nah, itu tadi sedikit pembahasannya.
Semoga bermanfaat, terima kasih sudah membaca. Sampai jumpa di catatan kuliah selanjutnya yaah.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh