Catatan Kuliah Pertemuan ke 2

Assalamualaikum Wr.Wb.
Haii apa kabar teman-teman semua?
Di semester 4 ini saya berjumpa dengan mata kuliah logika, dan Bapak Ahmad Fadhil, LC, M.Hum sebagai dosen pengampu mata kuliah logika. Kali ini saya akan membuat catatan kuliah pada pertemuan ke 2 yang bertemakan "Definisi, Manfaat, dan Hukum mempelajari Ilmu Logika".

Logika berasal dari kata logos yang pada awalnya adalah kata, atau ilmu tentang aturan berpikir yang penerapannya dapat menjaga pikiran dari kekeliruan dalam berpikir. Lebih singkatnya logika adalah berfikir secara tepat. Dan hubungan antara ilmu logika dengan pikiran itu bagaikan hubungan ilmu tata bahasa dengan lisan.

Jadi, dari pembahasan di atas obyek dari ilmu logika adalah apapun itu yang bisa menjadi bahan untuk diselidiki atau disorot oleh disiplin ilmu untuk mengetahui kebenarannya. Tentu saja hal ini dilakukan oleh manusia karena manusia memiliki akal untuk berfikir. Dan sebenarnya sebelum adanya ilmu logika manusia sudah berfikir. 

Nah manfaat mempelajari ilmu logika adalah manusia tersebut bisa menyusun ilmu atau memberi nama-nama bagi sesuatu yang sebenarnya sudah ada, hanya saja belum ada penyebutan nama untuk sesuatu tersebut. Contohnya seperti air, air sudah ada sebelum manusia menyebutnya H2O. Manusia hebat itu karena akalnya, dan buah dari akal itu adalah pengetahuan. Kemudian muncullah pengetahuan baru yaitu sebutan H2O yang artinya air dalam istilah ilmu kimia.

Setelah Pak Fadhil menjelaskan, sampailah pada sesi tanya jawab.
Kemudian ada beberapa teman mahasiswa yang bertanya. 

Pertanyaan pertama dari saudara Endang Kurniawan, pertanyaannya adalah : Ada orang yang rajin ibadah tapi dia suka buat keburukan dan ada yang tidak rajin ibadah tapi suka buat kebaikan 
Dari kedua itu mana yang paling buruk pak?
Dan Pak Fadhil menjawab "orang yang pertama kebaikannya untuk diri sendiri, sedangkan orang yang kedua kebaikannya untuk orang lain juga. Jadi orang yang kedua adalah yang paling buruk".

Pertanyaan kedua dari saudari Sisca Nuria, pertanyaannya adalah : Mengapa orang tidak suka mempelajari ilmu logika sedangkan ilmu tersebut berkaitan dengan kehidupan sehari-hari ? 
Jawaban Pak Fadhil yaitu "Manusia semakin zaman semakin berubah, zaman dulu manusia suka filsafat dan ilmu logika, zaman sekarang sebaliknya. Kita perlu paham akan perubahan zaman tersebut, dan juga zaman dipengaruhi oleh siapa yang berkuasa. Contoh pada zaman sekarang yang berkuasa dari Barat, maka yang kita tiru dari sana namun kita tidak sepenuhnya meniru bagaimana cara mereka berfikir, yang kita tiru hanyalah fiktif yang mereka buat sendiri, yang sebenarnya kekuatan mereka tidak mereka tunjukkan dan kita secara tidak sadar tertipu oleh strategi mereka."

Pertanyaan ke tiga dari saudara Restu Nanda Alvian, pertanyaannya adalah : Apakah semua hal tentang ketuhanan dapat kita capai dengan logika kita? Sedangkan saya pernah mendengar bahwa ada beberapa hal tentang Ketuhanan yang tidak dapat kita capai dengan logika kita.
Dan jawaban pak Fadhil yaitu : Memang ada beberapa hal mengenai ketuhanan yang tidak dapat dicapai dengan logika kita. Namun kita diberikan akal untuk memahami keberadaan Tuhan. Contohnya adalah adanya kita sebagai makhluk yang diciptakan, dari yang sebelumnya TIDAK ADA menjadi ADA. Dan itu tentu ada sesuatu yang SELALU ADA sebagai sesuatu yang menciptakan kita. Dan itulah yang disebut Tuhan.

Nah, itulah tadi serangkaian pembahasan sekaligus pertanyaan dan jawaban yang kami lakukan saat perkuliahan berlangsung.
Semoga bermanfaat, dan sampai jumpa di catatan Kuliah selanjutnya.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN AKHIR BELAJAR MANDIRI FILSAFAT ISLAM

Tugas Resensi Film Alchemist Of Happiness

Logika Diskusi = (Logika, Filsafat, Sains, dan Teknologi