Catatan Kuliah Logika Pertemuan ke 6

Assalamu'alaikum..
Hallo teman-teman semuanya welcome back to my blog. 
Hari ini saya akan membuat catatan kuliah logika yang bertemakan "Ilmu, Indikasi, dan Kata". Simak penjelasannya yah.

Pertama kita bahas ilmu terlebih dahulu.
Nah apa sih ilmu itu?
Ilmu adalah usaha-usaha sadar untuk menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia, nantinya akan menghasilkan pengetahuan.

Sedangkan pengetahuan (knowledge) adalah tercetaknya gambaran sesuatu di dalam pikiran, baik dalam bentuk dugaan atau keyakinan. 

Dalam pengetahuan ada 3 asas pikiran, yaitu : 
1. Asas Identitas : Jika sesuatu benar, maka benarlah ia.
2. Asas Kontradiksi : Tidak ada pernyataan yang benar atau salah sekaligus.
3. Asas Penolakan kemungkinan ketiga : Suatu pernyataan yang selalu dalam keadaan benar atau salah.

Selanjutnya yaitu tentang kriteria kebenaran, ada dua kriteria :
1. Korespondensi adalah sesuainya pernyataan dengan kenyataan.
2. Koherensi adalah sesuainya pernyataan-pernyataan dari awal sampai akhir.

Ada dua jenis pengetahuan yaitu sebagai berikut :
1. Penggambaran (Thasawwur), adalah mengetahui esensi dari suatu kata tanpa memberikan pengafirmasian atau penegasan terhadapnya. Contoh : mengetahui pengertian dari Ahmad, kamu, rumah, burung, pohon.
2. Penilaian (Tashdiq), adalah mengetahui esensi dari suatu kata disertai dengan memberikan pengafirmasian atau penegasan terhadapnya. Contoh : mengetahui bahwa Muhammad Abduh adalah pelopor kebangkitan umat Islam, Indonesia adalah negara yang kaya.

Dari kedua jenis pengetahuan di atas, masing-masing mempunyai dua macam :
1. Aksiomatis (Badihl), merupakan dapat diketahui tanpa pikir panjang. Contoh: mengetahui makna lapar, haus (thasawwur badihl). Mengetahui makna bahwa satu adalah setengah dari dua (tashdiq badihl).
2. Teoritis (Nazharl), merupakan dapat diketahui dengan pemikiran panjang. Contoh: Mengetahui makna listrik, ruh, elektromagnetik (thasawwur nazharl). Mengetahui bahwa alam diciptakan oleh Tuhan (tashdiq nazharl).

Oke selanjutnya kita bahas tentang Indikasi. 
Indikasi adalah mengetahui sesuatu dikarenakan mengetahui sesuatu yang lain.

Jenis-jenis Indikasi ada dua:
1. Non Verbal yaitu indikatornya bukan berupa lafal/kata atau bunyi.
2. Verbal yaitu indikatornya berupa lafal/kata atau bunyi.

Kedua jenis indikasi di atas masing-masing terbagi menjadi tiga macam:
1. Natural, indikatornya merupakan gejala alam.
2. Rasional, indikatornya merupakan penyimpulan akal.
3. Konvensional, indikatornya merupakan kesepakatan manusia.

Oke yang terakhir kita bahas Kata. 
Kata adalah gabungan dari beberapa huruf yang mempunyai makna.

Kata terbagi menjadi 7 macam, yaitu:
1. Kata Positif (menegaskan adanya sesuatu). Contoh: gemuk, kaya, pandai, terang.
2. Kata Negatif (menegaskan adanya sesuatu). Contoh: tidak gemuk, tidak kaya, tidak pandai, tidak terang.
3. Kata Privatif (menegaskan tidak adanya sesuatu. Contoh: kurus, miskin, bodoh, gelap.
4. Kata Universal (mengikat keseluruhan cakupannya luas). Contoh: manusia, seluruh manusia.
5. Kata Partikular (mengikat tidak keseluruhan cakupannya karena ada pembatasan). Contoh: sebagian manusia
6. Kata Singular (mengikat satu cakupan saja). Contoh: Ahmad.
7. Kata Kolektif (mengikat sejumlah cakupan yang mempunyai kesamaan fungsi). Contoh: Regu.

Nah itu dia catatan Kuliah Pertemuan kali ini, semoga bermanfaat.
Terima kasih, Wassalamu'alaikum.

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN AKHIR BELAJAR MANDIRI FILSAFAT ISLAM

Tugas Resensi Film Alchemist Of Happiness

Logika Diskusi = (Logika, Filsafat, Sains, dan Teknologi