Essai 1 Fallasi "Argumentum Ad Hominem"

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh teman-teman....

Dalam kesempatan ini saya akan menulis essai tentang beberapa jenis fallasi. Nah sebelum kita membahas jenis-jenis fallasi alangkah lebih baiknya kita mengetahui terlebih dahulu apa itu fallasi.

Fallasi atau dalam kata lain disebut dengan sesat pikir. Diambil dari artikel bangapad.wordpress.com, ada 30 jenis-jenis fallasi, lima diantaranya yaitu:
1. Missing the point, ignoratio elenchi, tajahul al-mathlub.
2. Argumentum ad hominem, al-hujjah al-syakhshiyyah.
3. Ad populum, appeal to people, al-ihtikam ila 'ammas al-nas.
4. Ad baculum, appeal to force, al-ihtikam ila al-quwwah.
5. Genetic fallacy, damning the origin, mughalathah al-mansya'.

Yang akan dibahas kali ini adalah fallasi argumentum ad hominem. Yang penjelasannya diambil dari artikel Wikipedia bahasa Indonesia ensiklopedia bebas serta penjelasan dari Youtube Edy Syah Putra.

Ad hominem yang merupakan singkatan dari argumentum ad hominem adalah upaya untuk menyerang kebenaran suatu klaim dengan menunjukan sifat negatif orang yang mendukung klaim tersebut. Sesuai dengan namanya yaitu hominem yang artinya manusia atau individu seseorang.

Contoh yang diberikan yaitu:
1. Carl Sagan adalah seorang pemakai ganja, maka karya-karyanya ngawur.

2. Karena dia hanya murid, maka semua pernyataannya pasti salah.

Dari penjelasan di atas, di kehidupan sehari-hari juga banyak dijumpai fallasi jenis argumentum ad hominem.
Contohnya yaitu:
1. Karena dia masih anak-anak, maka pendapat yang dia sampaikan tidak penting.

2. Rizal adalah seorang anak angkat, jadi dia harus menuruti semua kemauan keluarga angkatnya.

Demikian penjelasan tentang salah satu jenis fallasi yaitu ad hominem. Mohon maaf jika masih banyak kekurangan, nanti kita akan membahas jenis-jenis fallasi lainnya semoga bermanfaat.

Terima kasih, wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN AKHIR BELAJAR MANDIRI FILSAFAT ISLAM

Tugas Resensi Film Alchemist Of Happiness

Logika Diskusi = (Logika, Filsafat, Sains, dan Teknologi